Simulasi Sispam Mako, Polsek Koja Siap Hadapi Potensi Serangan Massa Anarkis
Jakarta Utara, Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas, jajaran Polsek Koja menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Selasa (7/4/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Koja, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja ini melibatkan unsur TNI, pemerintah kecamatan, serta berbagai elemen masyarakat (potensi masyarakat/potmas).
Kapolsek Koja, Kompol Dr. Andry Suharto, SH, MH, memimpin langsung jalannya simulasi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Sebanyak 180 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari anggota Polri, TNI, aparatur kecamatan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Simulasi diawali dengan skenario adanya informasi kerusuhan di wilayah Polres Metro Jakarta Utara yang berpotensi meluas ke wilayah Koja.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Polsek Koja segera menggelar apel siaga, Tactical Wall Game (TWG), serta penempatan personel di sejumlah titik strategis.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain pintu masuk Mapolsek Koja, pertigaan Jalan Mahoni Selatan, Jalan Lontar V, Jalan Cemara Ujung, hingga kawasan sekitar Sekolah Strada.
Dalam simulasi tersebut, digambarkan sekelompok massa datang dari arah Islamic Center dengan membawa spanduk dan melakukan aksi provokasi serta pelemparan benda ke arah petugas. Namun, upaya massa untuk mendekati Mapolsek berhasil dihalau oleh personel gabungan yang telah bersiaga di titik-titik ploting.
Situasi kemudian berhasil dikendalikan tanpa adanya kerusakan maupun korban. Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan peralatan.
Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan personel serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur, termasuk potensi masyarakat, agar mampu bertindak cepat dan tepat apabila terjadi situasi darurat,” ujar Kompol Andry.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat memahami peran dan tugas masing-masing dalam menghadapi potensi ancaman, khususnya upaya penyerangan terhadap markas kepolisian.
(Darma)
0 Komen