post image

Dugaan Perundungan Siswa SD di Jakarta Utara Disorot, Orang Tua Korban Diduga Ditekan Buat Surat Klarifikasi

JAKARTA, Penanganan dugaan perundungan terhadap seorang siswa SDN Jakarta Utara, menjadi sorotan. Sikap Kepala Sekolah SDN tersebut, Imelda, dipertanyakan setelah muncul keterangan bahwa orang tua korban diduga mendapat tekanan untuk membuat surat klarifikasi yang menyatakan persoalan telah selesai, Sabtu (10/10/2026). 

Bukannya melakukan penelusuran secara hati-hati, pihak sekolah disebut membawa korban ke SDN lainnya yang masih berada dalam satu gedung dengan SDN tersebut. Di lokasi itu, korban diminta menunjuk langsung anak-anak yang diduga menendang dan mengancam dirinya.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena menyangkut cara sekolah menggali keterangan dari seorang anak yang mengaku mengalami kekerasan. Terlebih, proses identifikasi yang melibatkan korban secara langsung perlu mempertimbangkan kondisi psikologis anak serta menghindari tindakan yang berpotensi menambah tekanan.

Dugaan Intervensi dan Wartawan Diminta Tak Ikut Campur

Sorotan berlanjut pada Jumat (9/10/2026), ketika orang tua korban dipanggil untuk menemui Kepala Sekolah SDN tersebut. Ibu korban saat itu didampingi anggota keluarganya berinisial YE.

Wartawan yang turut mengawal perkara tersebut diminta meninggalkan lokasi pertemuan oleh kepala sekolah. "Keluar dulu ya bang, nanti aja," ujar Kepala Sekolah SDN tersebut kepada wartawan.

Usai pertemuan, YE menyampaikan bahwa orang tua korban merasa tertekan oleh perkataan kepala sekolah yang dinilai terkesan mengintervensi.

Menurut keterangannya, orang tua korban kemudian membuat surat klarifikasi yang menyatakan persoalan dianggap telah selesai karena anak korban tidak dapat menunjukkan siapa yang diduga sebagai pelaku.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD Negeri di Jakarta Utara, diduga menjadi korban perundungan oleh siswa SDN lainnya yang disebut berada dalam satu gedung sekolah. Dugaan tersebut mencuat setelah korban mengadu kepada ibunya bahwa paha korban terasa sakit akibat ditendang oleh anak seusianya.

Ibu korban berinisial YS mengatakan, peristiwa itu diketahui ketika dirinya bertemu dengan anaknya yang baru pulang mengaji di kawasan Warakas.

Menurut YS, beberapa hari kemudian anaknya kembali bercerita mengenai dugaan peristiwa tersebut. Korban menyebut siswa yang diduga menendangnya berasal dari SDN lainnya yang dikenali melalui kaus olahraga yang dikenakannya.

YS juga menyampaikan bahwa anaknya mengaku mendapat ancaman dari siswa yang diduga menendangnya bersama beberapa temannya apabila melaporkan kejadian tersebut.


RM/Red

0 Komen